I. PENELUSURAN GUA HORISONTAL
Medan pada gua horisontal sangat bervariasi, mulai pada lorong-lorong yang dapat dengan mudah di telusuri, sampai lorong yang membutuhkan teknik khusus untuk dapat melewatinya. a. Lumpur.
Lorong yang berlumpur dapat dengan mudah kalau lumpur tersebut tidak terlalu tebal. Tapi dalam kondisi lumpur setinggi lutut bahkan sampai setinggi perut, kita tidak mudah untuk melaluinya.
Untuk melewatinya kita bergerak dengan posisi seperti berenang. Dengan posisi seperti ini akan lebih mudah bergerak dan menghemat tenaga.
b. Air.
Untuk kondisi lorong gua yang berair. terutama gua yang belum pernah di masuki kita tidak mengetahui kedalaman air dan kondisi di bawah permukaan air, untuk itu kita harus mengetahui prosedur dan mempunyai fasilitas pendukung.
Syarat utama untuk melewati lorong yang berair adalah harus bisa berenang. Tetapi dengan kondisi lorong yang serba terbatas, teknik berenang dalam gua berbeda dengan berenang di kolam renang. Di sini kita memakai pakaian lengkap, sepatu bahkan mungkin membawa beban yang cukup berat.
Pembagian team juga harus di sesuaikan, untuk leader ia tidak boleh membawa beban berat, karena leader harus membuat lintasan dan mempelajari kondisi medan.
Dalam kondisi tertentu kita menggunakan pelampung, perahu karet terutama untuk lorong yang panjang dan berair dalam.
Ada juga lorong yang hampir semua di penuhi oleh air hanya ada ruangan sedikit yang tersisa. Untuk melewatinya kita harus melakukan DUCKING ( kepala menengadah). Kadang-kadang kita harus melepas helm untuk menambah ruang gerak kepala. Dalam kondisi tertentu kita melakukan ducking dengan jongkok, bahkan dengan berbaring kalau badan tidak dapat masuk seluruhnya.
Diving, adalah teknik penyelaman dengan alat bantu pernafasan dan pakaian khusus. Teknik ini di lakukan pada lorong yang seluruh bagiannya tertutup oleh air (sump, siphon). Untuk perbandingan resiko kematian di cave diving adalah 60% tewas. Sedang resiko caving 15 %. Dengan melihat perbandingan resiko kematian yang besar ini kita di tuntut untuk ekstra hati-hati, seyogyanya tidak meneruskan penelusuran jika tanpa alat pendukung yang standart.
c. Climbing.
Dalam suatu penelusuran gua terkadang kita menjumpai adanya water fall ataupun lorong yang terletak di atas kita. Untuk dapat meneruskan penelusuran kita harus menggunakan teknik-teknik Rock Climbing. Seperti memasang pengaman sisip dan bor tebing untuk pembuatan lintasan, yang melakukan adalah leader dan kemudian anggota yang lain melewatinya dengan SRT. Teknik rock climbing harus bisa di lakukan pada kondisi medan seperti :
* Aliran air yang deras dan kita tidak mengetahui kedalamannya.
* Gua yang berbentuk celah dan menyempit bagian dasarnya
* Sungai besar atau danau yang dalam.
* Pemasangan rigging pada waterfall.
* Menghindari calcite floor atau oolith floor.
16 April 2011
Rokok Tuhan dan Rokok
Tuhan Sembilan Senti
Karya Taufik Ismail semoga membuat mengurangi jika belum sanggup menghentikan kebiasaan merokok....smoga !
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok, dipinggir lapangan voli orang
merokok,menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis,
Turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil’ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im sangat ramah bagi
orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasapa, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, Cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut
mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir,gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat
berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
24 Mei 2010
Ulang Tahun
Setiap akan melewati hari kelahiran ini, entah mengapa ada perasaan yang selalu mengganjal dalam pikiran dan kenangan akan ulang tahun . Mungkin tepatnya kenanngan yang sulit untuk di lupakan . Kejadian itu terjadi saat menginjak awal sekolah menengah atas. Saat dimana masa yang menurut orang banyak adalah kenangan terindah masa SMA, tapi tidak dengan ku saat itu.
Ini berawal dari ketertarikan dengan seorang wanita yang terlihat periang dan sangat pandai bergaul alias memiliki teman yang banyak saat SMA itu. Dengan wajah cukup cantik dan bertingkah laku agak berbeda dari wanita umumnya di SMA, jujur ku akui memang dia cepat memiliki banyak teman wanita juga pria. Dan mungkin bukan aku saja yang menaruh hati dengannya. Dan mungkin juga, ia karna pindahan dari daerah lain masuk ke SMA ku itu yang membuat dia cepat di kenal teman-teman lainnya. Ketertarikan ku itu ternyata juga di ketahui oleh teman wanitanya. Saat SMA itu , aku bisa di katakan tidak memiliki kelebihan apapun yang patut untuk di banggakan di sekolah itu. Ketertarikanku itu juga tidak pernah aku ungkapkan langsung padanya, hingga suatu saat aku mengajaknya untuk bertemu diluar jam sekolah yang awalnya dia tidak mengetahui bahwa aku saat itu berulang tahun. Disepakati kami akan bertemu di sebuah tempat makan yang lokasinya kami sama-sama menyepakatinya.
Aku datang lebih awal menunggu kedatanganya yang tidak lama kemudian dia datang sendiri . Kami memesan makanan dan minuman sebelum berbincang dan berniat untuk memberi kejutan bahwasanya aku berulang tahun hari itu.
Suasana tempat makan siang itu tidak begitu ramai. Pesanan yang kami pesan datang tidak lama setalah memesannya. Dan aku utarakan bahwa aku saat itu berulang tahun. Dia cukup terkejut mengetahui aku berulang tahun dan mengucapkan selamat ulang tahun sebagai bentuk basa basi. Tidak lama menikmati makanan itu dan mengatakan aku berulang tahun, ternyata tempat makan itu juga tempat berkumpul banyak teman SMA lainnya, tepatnya teman dari teman wanitaku. Teman wanitaku ini dengan santainya dia mengatakan kepada teman-temannya tersebut bahwa aku berulang tahun. Teman-temannya juga teman-temanku di SMA, tapi tentu kedekatan kami berbeda, sebatas kenal saja. Atas nama ulang tahun, teman yang datang bukan atas undanganku itu dan merupakan teman wanitaku ikut bergairah mengucapkan selamat ulang tahun yang tentunya basa basi sambil memesan makanan dan minuman yang dengan mudahnya mengatakan yang berulang tahun akan membayarnya. Dengan berucap terimakasih atas ucapan selamat ulang tahun basa-basi dari teman-teman wanitaku ini, aku mulai tidak nyaman.
Aku memperkirakan, teman dari wanitaku ini berjumlah sekitar sepuluh orang lebih, mereka menjadi sangat dominan di tempat makan itu seakan bersepakat akan mendapatkan makanan gratis yang akan di bayar olehku yang berulang tahun. Teman wanitaku ini tidak peduli dengan perasaan yang aku rasakan. Yang jelas saat itu uang di kantongku tidak cukup membayar pesanan makanan dan minuman dari teman wanitaku ini. Aku hanya bisa berucap iya dan mengangguk kepada tamu yang tidak di undang ini memesan berbagai makanan karna aku merasa malu dengan teman wanitaku itu jika mengatakan tidak. Terjadih kejadian itu. Aku menanggung semua makanan yang di pesan teman wanitaku plus teman-teman wanitaku itu. Dengan bergaya seakan menyenangkan hatiku , diantara teman-teman wanitaku ini ada yang bernyanyi selamat ulang tahun hingga ada yg menyiram kepalaku dengan air sekan mereka ikut diundang dan dipersilahkan memesan terserah apa yang di inginkannya ditempat makan itu. Setalah puas makan dan minum , teman wanita ku ini meninggalkan aku pergi bersama teman-temannya yang lain. Tentu kepergiannya diakhiri dengan basa-basi ucapan dan salam ulang tahun. Perayaan ulang tahun yang sangat tidak indah, tidak patus untuk dijadikan kenangan. Mengajak teman wanita makan, di datangi oleh teman-teman wanitaku yang juga ikut makan dan aku yang membayar seluruhnya.
Berjalan ke kasir dengan perasaan yang tidak menentu, aku melihat tagihan makanan minuman di sodorkan kepadaku. Jumlahnya jelas melebih uang yang ada di kantongku. Aku meminta izin untuk pulang sebentar mengambil uang dan entah mengapa kasir itu mengizinkan dan percaya aku akan kembali lagi. Sesampainya di rumah, aku ambil semua tabunganku, ku hitung dan ternyata masih tidak cukup jumlahnya untuk membayar. Aku bingung bagaimana membayarnya. Kebetulan sekali ibuku pulang dari kantornya saat itu ditandai dengan pagar depan rumah bergeser, setelah membuka sepatu dan masuk kedalam rumah, aku ceritakan kejadian yang menimpaku. Sambil menggeleng-geleng dia mendengarkan cerita kedunguanku, mengajak teman wanitaku makan untuk memberi kejutan ulang tahun dan ternyata teman-teman wanitaku datang juga dan minta di bayari makannya.
Sambil meletakan tas dan belanjaan disampingku, ibuku berucap, " kamu itu sudah dikerjai oleh teman wanitamu, teman macam apa itu, membiarkan teman laki-lakinya di poroti oleh teman-temannya mengatasnakaman ulang tahun." Sambil tertunduk malu akan kebodohan yang terjadi, aku dengarkan ucapan ibu untuk mencari teman wanita yang benar. Dan sangat dipesankan kepadaku untuk berani berkata tidak jika hal itu bertentangan dengan hal yang tidak aku inginkan. Tidak usah malu walau mengatakan tidak itu didepan wanita yang kamu sukai. Setelah bertanya berapa jumlah tagihan makanan dan berapa jumlah uang ku, ibu memberi kekurangan uang itu. Pesannya, bayar makanan itu dan tidak usah berhubungan dengan perempuan semacam itu juga teman-temannya.
Aku kembali ketempat makan tersebut. Sesampainya di sana, tidak ada siapapun yang aku kenal di sana lagi, teman wanitaku sudah pergi dengan teman-temannya. Mungkin dengan perasaan senang dan kemenanngan teman wanitaku dan teman-temannya bisa makan gratis di bayari olehku yang berulang tahun.
Kejadian itu sangat membekas di pikiranku, kejadian waktu SMA yang sangat tidak menyenangkan saat hari ulang tahun ku itu terus teringat setiap mendekati tanggal kelahiranku.
Langganan:
Komentar (Atom)
