24 Mei 2010

Ulang Tahun

Setiap akan melewati hari kelahiran ini, entah mengapa ada perasaan yang selalu mengganjal dalam pikiran dan kenangan akan ulang tahun . Mungkin tepatnya kenanngan yang sulit untuk di lupakan . Kejadian itu terjadi saat menginjak awal sekolah menengah atas. Saat dimana masa yang menurut orang banyak adalah kenangan terindah masa SMA, tapi tidak dengan ku saat itu.
Ini berawal dari ketertarikan dengan seorang wanita yang terlihat periang dan sangat pandai bergaul alias memiliki teman yang banyak saat SMA itu. Dengan wajah cukup cantik dan bertingkah laku agak berbeda dari wanita umumnya di SMA, jujur ku akui memang dia cepat memiliki banyak teman wanita juga pria. Dan mungkin bukan aku saja yang menaruh hati dengannya. Dan mungkin juga, ia karna pindahan dari daerah lain masuk ke SMA ku itu yang membuat dia cepat di kenal teman-teman lainnya. Ketertarikan ku itu ternyata juga di ketahui oleh teman wanitanya. Saat SMA itu , aku bisa di katakan tidak memiliki kelebihan apapun yang patut untuk di banggakan di sekolah itu. Ketertarikanku itu juga tidak pernah aku ungkapkan langsung padanya, hingga suatu saat aku mengajaknya untuk bertemu diluar jam sekolah yang awalnya dia tidak mengetahui bahwa aku saat itu berulang tahun. Disepakati kami akan bertemu di sebuah tempat makan yang lokasinya kami sama-sama menyepakatinya.
Aku datang lebih awal menunggu kedatanganya yang tidak lama kemudian dia datang sendiri . Kami memesan makanan dan minuman sebelum berbincang dan berniat untuk memberi kejutan bahwasanya aku berulang tahun hari itu.
Suasana tempat makan siang itu tidak begitu ramai. Pesanan yang kami pesan datang tidak lama setalah memesannya. Dan aku utarakan bahwa aku saat itu berulang tahun. Dia cukup terkejut mengetahui aku berulang tahun dan mengucapkan selamat ulang tahun sebagai bentuk basa basi. Tidak lama menikmati makanan itu dan mengatakan aku berulang tahun, ternyata tempat makan itu juga tempat berkumpul banyak teman SMA lainnya, tepatnya teman dari teman wanitaku. Teman wanitaku ini dengan santainya dia mengatakan kepada teman-temannya tersebut bahwa aku berulang tahun. Teman-temannya juga teman-temanku di SMA, tapi tentu kedekatan kami berbeda, sebatas kenal saja. Atas nama ulang tahun, teman yang datang bukan atas undanganku itu dan merupakan teman wanitaku ikut bergairah mengucapkan selamat ulang tahun yang tentunya basa basi sambil memesan makanan dan minuman yang dengan mudahnya mengatakan yang berulang tahun akan membayarnya. Dengan berucap terimakasih atas ucapan selamat ulang tahun basa-basi dari teman-teman wanitaku ini, aku mulai tidak nyaman.
Aku memperkirakan, teman dari wanitaku ini berjumlah sekitar sepuluh orang lebih, mereka menjadi sangat dominan di tempat makan itu seakan bersepakat akan mendapatkan makanan gratis yang akan di bayar olehku yang berulang tahun. Teman wanitaku ini tidak peduli dengan perasaan yang aku rasakan. Yang jelas saat itu uang di kantongku tidak cukup membayar pesanan makanan dan minuman dari teman wanitaku ini. Aku hanya bisa berucap iya dan mengangguk kepada tamu yang tidak di undang ini memesan berbagai makanan karna aku merasa malu dengan teman wanitaku itu jika mengatakan tidak. Terjadih kejadian itu. Aku menanggung semua makanan yang di pesan teman wanitaku plus teman-teman wanitaku itu. Dengan bergaya seakan menyenangkan hatiku , diantara teman-teman wanitaku ini ada yang bernyanyi selamat ulang tahun hingga ada yg menyiram kepalaku dengan air sekan mereka ikut diundang dan dipersilahkan memesan terserah apa yang di inginkannya ditempat makan itu. Setalah puas makan dan minum , teman wanita ku ini meninggalkan aku pergi bersama teman-temannya yang lain. Tentu kepergiannya diakhiri dengan basa-basi ucapan dan salam ulang tahun. Perayaan ulang tahun yang sangat tidak indah, tidak patus untuk dijadikan kenangan. Mengajak teman wanita makan, di datangi oleh teman-teman wanitaku yang juga ikut makan dan aku yang membayar seluruhnya.
Berjalan ke kasir dengan perasaan yang tidak menentu, aku melihat tagihan makanan minuman di sodorkan kepadaku. Jumlahnya jelas melebih uang yang ada di kantongku. Aku meminta izin untuk pulang sebentar mengambil uang dan entah mengapa kasir itu mengizinkan dan percaya aku akan kembali lagi. Sesampainya di rumah, aku ambil semua tabunganku, ku hitung dan ternyata masih tidak cukup jumlahnya untuk membayar. Aku bingung bagaimana membayarnya. Kebetulan sekali ibuku pulang dari kantornya saat itu ditandai dengan pagar depan rumah bergeser, setelah membuka sepatu dan masuk kedalam rumah, aku ceritakan kejadian yang menimpaku. Sambil menggeleng-geleng dia mendengarkan cerita kedunguanku, mengajak teman wanitaku makan untuk memberi kejutan ulang tahun dan ternyata teman-teman wanitaku datang juga dan minta di bayari makannya.
Sambil meletakan tas dan belanjaan disampingku, ibuku berucap, " kamu itu sudah dikerjai oleh teman wanitamu, teman macam apa itu, membiarkan teman laki-lakinya di poroti oleh teman-temannya mengatasnakaman ulang tahun." Sambil tertunduk malu akan kebodohan yang terjadi, aku dengarkan ucapan ibu untuk mencari teman wanita yang benar. Dan sangat dipesankan kepadaku untuk berani berkata tidak jika hal itu bertentangan dengan hal yang tidak aku inginkan. Tidak usah malu walau mengatakan tidak itu didepan wanita yang kamu sukai. Setelah bertanya berapa jumlah tagihan makanan dan berapa jumlah uang ku, ibu memberi kekurangan uang itu. Pesannya, bayar makanan itu dan tidak usah berhubungan dengan perempuan semacam itu juga teman-temannya.
Aku kembali ketempat makan tersebut. Sesampainya di sana, tidak ada siapapun yang aku kenal di sana lagi, teman wanitaku sudah pergi dengan teman-temannya. Mungkin dengan perasaan senang dan kemenanngan teman wanitaku dan teman-temannya bisa makan gratis di bayari olehku yang berulang tahun.
Kejadian itu sangat membekas di pikiranku, kejadian waktu SMA yang sangat tidak menyenangkan saat hari ulang tahun ku itu terus teringat setiap mendekati tanggal kelahiranku.

Tidak ada komentar: