17 Agustus 2009

Merdeka dan artinya.

Hari ini adalah hari kemerdekaan , Independent day . Dimana-mana terpasang bendera merahputih, di gelar kegiatan-kegiatan di banyak lingkungan. Jika menghikmati arti kemerdekaan, bagaimana para pejuang dulu mati-matian agar mendapat pengakuan dari berbagai halayak dunia. Setiap merayakan hari kemerdekaan, selalu Nasionalisme terusik. Yang ada dalam pikiran kita tidak ada selain rasa tergugah dan bangga akan prasaan yang haru biru arti kemerdekaan yang sesungguhnya.

Walau banyak cara untuk marayakan kemerdekaan setiap orang, aku sendiri merasakaan saat ini bahwa perjuangan untuk meraih kemerdekaan ini sangat abstrak. Memang , saat ini tidak ada yang bisa memungkri bangsa dan negara ini telah merdeka, akan tetapi, bagaimana akan rakyatnyanya, akan halnya kita, akan halnya aku. Hari ini adalah hari kemerdekaan yang ke 64 dan hari perayaan ulang tahun Perkawinanku yang ke 6. Tidak terasa, perkawinan ini berjalan sudah di usia yang ke 6. Mengartirasakan kemerdekaan dikatakan abstrak karna beda orang beda rasa.

Tadi pagi, setelah membersihkan mobil, ada keinginan dari Bunda untuk berjalan-jalan mengelilingi wilayah sekitar, jalan-jalan bawa Avin. Sambil memanaskan mobil, aku liat Opa yang sedang memanaskan mobil juga karna ia rencana mo ke kebun siang nanti. Maka , berjalan lah kami bertiga pagi itu. Dengan ada keinginan untuk melihat-lihat rumah yang akan di jual. Berkeliling melihat lingkungan yang rasanya belum kita lewati. Teringat akan komplek Statistik, maka kesana lah kami menuju. Dan ternyata di sana ada teman Avin tinggal disana, dan memang terlihat juga mobilnya berwarna biru itu parkir di luar . Sepertinya Komplek itu tidak besar dan jumlah rumahya juga tidak terlalu banyak, namun Komplek Statistik itu memiliki fasilitas bersama seperti lapangan Volly yang bisa juga berubah menjadi tempat bermain bola anak-anak dan berolahraga senam . Memiliki mesjid komplek . Tidak berpagar komplek tersebut, namun bisa di katakan komplek itu cukup sederhana, Dan ada juga rumah yang sudah tidak berpenghuni tapi tidak ada merek di Jual di depannya. Mungkin komplek ini di peruntukkan untuk karyawan. Jika ada yang sudah pensiun akan keluar untuk di isi oleh karyawan-karyawan baru .

Keluar dari Komplek statistik , kita menuju komplek Pondok Bambu Asri, kebetulan memang disana ada rumah yang pernah kita liat di Jual, maka berkelilinglah memasuki komplek itu. Jalan-jalannya cukup besar dan lingkungannya juga cukup bagus. Setelah tadi melewati rumah yang akan di jual itu , ternyata di ujung jalannya memiliki lapangan basket yang sedang banyak warga lingkungan merayakan acara tujuhbelasan , mulai dari anak-anak dan orang tua. Cukup ramai disana, Bunda berucap, bagus sekali lingkungannya, rumah yang di Jual itu sepertinya tidak juga terlalu besar. Dan yang jelas, rumah itu masih di huni oleh pemiliknya karna terparkir mobil didepannya. Bunda sangat menyukai rumah yang di jual menggunakan Raywhite kalimalang yang bernama Helmi tersebut.

Keluar dari sana, kita masuk ke jalan Gading Raya, dan menemukan juga rumah di jual dengan jalan di depannya cukup besar. Rumah itu sepertinya tidak berpenghuni, dengan posisi di Hook alias di persimpangan. Namun rumah itu tidak memanfaatkan salah satu sisinya, yang agak kecil jalannya. Jadi rumah itu mengahdap ke jalan yang agak besar, salah satu jalan utama di komplek itu. Untuk yang ke 3 kalinya rasanya melihat rumah itu, jelas sekali rumah itu tidak di huni, kosong dengan papan di jual di dekat pintu masuknya. Dan rumah itu bertinggkat di belakangnya. Ini aku perhatikan setelah beberapakali melihat. Kondisinya masih cukup bagus jika di cat ulang dan di beri bunga. Memang rumah Kosong dan terhuni itu berbeda Auranya.

Cukup banyak juga berkeliling pagi itu, hingga jalan yang di portal dan harus memutar balik juga di temukan. Sambil melihat-lihat tersebut aku melihat seorang ibu dengan pakaian sederhana meminta uang dengan sedikit memaksa di ujung jalan komplek itu, mengagetkan bagaimana cara dia meminta dengan sambil berjalan mendekati mobil . Aku menjawab tidak-tidak. Ia melihat dengan muka sinis dan terus berlalu. Mungkin juga orang yang tidak waras. Karna setelah meminta dengan mengejutkan itu , tak lama ia berlalu seperti tidak ada kejadian apapun saat kuliat dari kaca sepion. Apakah ibu itu juga merayakan kemerdekaan yg jatuh pada hari ini. Dan pada perjalanan yang keluar dari komplek itu aku juga melihat sebuah rumah yang mungkin bisa di katakan sangat sederhana, bangunannya sudah terlihat Tua dan kusam gaya model lama. Rumah itu tidak besar , tidak bertingkat, di depannya seorang ibu sangat gigih sekali menyapu terasnya dengan muka berseri-seri. Membuat sangat berbedanya pagi yag cerah ini, pagi yang dimana banyak orang merayakan kemerdekaan dengan banyak kegiatan bersama, yang terkadang menutup ruas jalan.

Tidak lama setalah sampai di rumah, ku menemukan Opa yang sedang bersiap menuju ke kebun. Dengan selalu membicarakan bagaimana konsidi kebunnya , bagaimana pisang-pisang yang sedang di tanam dan prospek penjualan yang sedang di pusatkan di Bogor, tidak sampai penjualan ke Jakarta lagi akibat besarnya biaya transportasinya. Sederhananya Opa sangat sibuk dan tercurah penuh dengan kebun yang sedang di kelolanya dan Ia sebagai pengawasnya. Aku mengatakan, jika Papa di Jati bening juga mengundang Opa untuk datang acara Kekah yang akan di adakan Papa untuk ku di Jatibening. Jawaban Opa, lebihkan saja untuk Welly, ujarnya sambil tertawa basa basi. Memang sudah sering di katakan Bunda kalo Opa itu tidak suka menghadiri Undangan seperti itu karna ada rasa rendah diri . Ya sudahlah jika memang itu yang di rasakan. Jelas sekali jika Opa itu menghidar dari undangan tersebut. Saat menulis Blog ini , Opa dan Oma it pamit untuk pergi ke puncak. Sudah dari hari sabtu mereka disini, yang sepertinya terlihat menghindarkan sesuatu di Kebun hingga dengan tidak biasanya mereka tidak ada di kebun pada hari Pasar yaitu hari Minggu, kemaren.

Segala hal yang harus di syukuri tentu di syukuri, dengan kerendahan hati harus di terima, disaat kemerdekaan yang di rayakan negara ini ke 64 dan di saat hari Ulang Tahun perkawinan ku ini yang ke enam, diberikan pelajaran oleh yang maha kuasa bahwa setiap orang memiliki arti kemerdekaan yang berbeda-beda. Karna seprti akata Opa tadi, ekonomi makin sulit. dan aku berpkir sulit tiap orang tentu berbeda-beda rasanyanya, berbeda-beda mengartikannya. Seperti berbeda-bedanya merayakan arti kemerdekaan itu. Belum jika kita membicarakan orang-orang yang tidak beruntung, yang sudah pasti memiliki berbagai permasalahan dan kesulitan. Dan semoga semangat untuk memerdekaan diri dari situasi rumit itu dirasakan saat kemerdekaan di rayakan ini.


Tidak ada komentar: