10 Agustus 2009

DiJual

Sepulang kerja sampai di rumah, ku telah melihat papan iklan yang telah Bunda buat dengan tulisan di Jual. Papan itu diletakan di tempat cucian karna memang baru di cat dan di buat Bunda tunggu di keringkan. Lalu , aku membicarakan dimana posisi yang tepat di letakan papan iklan tersebut. Awalnya, papan iklan ini di gunakan untuk mengiklankan Paviliun yang ada di depan rumahku. Saat setelah mendapatkan penyewa, tentu iklan itu di turunkan. Sisi belakang dari papan yang terbuat dari triplek itu masih kosong dan itu yang baru ditulis "Di Jual Tanpa Perantara, Luas tanah 500m" , lalu ada nomor telepon ku tertera disana. Setelah magrib aku mandi dan masih berpikir tentang dimana akan di letakan papan pengumuman dijual tersebut. karna pagar paviliun sama dengan pagar yang ada di depan rumahku, maka di sepakatilah papan tersebut diletakan di depan pagar rumah ku. Jadi tepatnya hari ini , senin tanggal sepuluh agustus duaribu sembilan tempat yang sudah ku huni sekitar lima tahun ini akan di jual.

Saat aku membuka handphoneku, aku membaca sms dari teman yang menjual tanah seluar seratus lima puluh meter di wilayah limo. Teman yang mengirim sms ini bekerja di kantor pos. Aku tidak tau ia dia, dikantor pos wilayah mana di tempatkan, dan dibagian apa. Sepanjang pengetahuanku, teman ku ini bekerja paruh waktu menjadi tenaga marketing di sebuah developer. dan tepatnya kami pernah satu developer untuk memasarkan rumah dan selalu bertemu jika mengadakan pameran. Dengan Telah di Iklankannya rumah tempat tinggal saat ini, maka terpikir akan membalas sms teman ku sesama marketing ini, membalas dengan iklan rumah yang ku tempati ini akan di jual.

Suasana tenang sekali pagi ini, Bunda baru sampai rumah setelah mengantarkan Avin sekolah. Sementara aku rencana hari ini ingin ke kantor pajak mengurus Surat pemberitahuan Pajak yang akan jatuh tempo tanggal dua puluh delapan agustus ini. Suasana tenag ini hanya di iringi suara gergaji dari rumah sebelah yang di jadikan bengkel furnitur. Pagi ini tidak hujan. Pagi yang sudah jam delapan pagi matahari masih di selimuti kabut tipis. jadi belum panas. Pagi seperti ini sering sekali ku lalui dengan menyenangkan di rumah ini.

Tidak ada komentar: