Suatu ketika bertanya orang tua kepada dirinya sendiri tentang anaknya, "Menjadi apa engkau di kemudian hari?", Jawaban itu seakan menjadi sulit jika memikirkan bagaimana perubahan zaman ini terjadi. Bagaimana melalui masa saat orang tua itu juga berumur di bawah sepuluh tahun. Bagaimana kita saat belum mengenal Internet lebih jauhnya.
Ada sebuah cerita yang terinspirasi dari pengalaman nyata, Robinson Crusoe. Menceritakan kisah tentang suatu orang yang selamat dari sebuah kapal karam dan terdampar di sebuah pulau. Dia bertahan melawan segala kesulitan, memikul derita sendirian. Ia sendirian di pulau itu hampir tiga dekade alias 30 puh tahun sambil mengusai dirinya sendiri maupun dunia baru yang tentu aneh, karna ia sendiri di pulau itu. Karangan Daniel Defoe ini terbit pertama kali 25 April 1719. Sampai sebuah simbol bagaimana bertahan hidup dengan banyak keterbatasan. Untuk dunia sekarang, justru tantangan nya itu semakin besar. Mengidupi semangat yang menyala dalam diri untuk terus bertahan hidup memberi yang terbaik untuk diri sendiri , keluarga dan orang lain .
Orang tua itu bisa berpikir secara rasional tentu bagaimana dia hidup nya dahulu. Saat sebelum sepulhtahun , saat ia kecil bersama orang tua dan sanak saudara. Berbagai hal yang menyenangkan dan tentu tidak menyenangkan terjadi dan menjadi pelajaran hingga tumbuh dewasa, kawin hingga mejadi orang tua dan kini memiliki anaknya yang sudah di bawah sepulh tahun pula.
Mungkin jawabnya ada didalam dirinya sendiri bagaimana orang tua tersebut membimbing anaknya mejadi yang terbaik utk bisa menerima tantangan proses perubahan ini terjadi. Memiliki anak setiap orang memiliki arti dan rasa yang berbeda. Bagaimana kualitas perlu dijaga dan itu memerlukan biaya sosial, ekonomi, dan psikologi.
Saat Robinson Crusoe terdampar di sebuah pulau itu, ia juga sempat menyelamatkan kisab suci injil , sebenrnya itu bukan barang prioritas untuk di bawa sebelum kapal itu benar benar hilang di telan badai kmeudian hari karna sempat kandas. Bagaimana galaunya ia saat menemukan jejak kali saat ia tinggal sendiri di pulau itu 15 tahun kemudian. Disana agama di dalam kitab suci itu menjadi pembimbing untuk menenagkan dirinya. Seperti bahan bakar membuat mobil bisa berjalan.
4 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar