Badan dengan berat 120Kg tidak membuat ia menjadi berat dan malas bergerak. Namanya Suratin. Mbak Sur , ia biasa disapa. Kegemukan itu di jadikan sebagai ciri dengan alasan keluarganya memang umumnya mempunyai kelebihan berat badan . Selain badan yg berat ia juga mempunyai kemauan yg keras untuk b ekerja, ini ia buktikan dengan ikut sebagai juru masak pada keluarga konsulat jendral Indonesia yang berada di Vietnam. Sudah 21 bulan saya ikut Bapak, ujarnya. Ya, pertemuan sesaat dengannya merupakan akhir dr masa kerjanya sebagai juru masak di keluarga konsulat tersebut. Cukuplah uang yg di dapat untuk melanjutkan sekolah anaknya dan memuai usaha kecil-kecilan jika ada peluang nantinya di kampung.
Minggu malam itu ia sudah berada di jakarta dengan banyak barang bawaan yang ia bawa. Jakarta adalah tempat transit saat ia samapi dari Ho chi min City Vietnam. Pagi jam 6 sudah harus berada di bandara lagi untuk melanjutkan perjalanannya ke kampung halamanya. Maka perjalannaya Jakarta menuju Solo ini juga akan di lanjutkan kembali lewat darat, karana dari Solo akan di teruskan dengan kendaraan umum menuju kampung halanannya. Akan di jemput oleh anaknya nanti saat turun pesawat di Solo,Ucapnya.
Pembicaraan dengannya tidaklah lama, karna aku juga yakin jika perjalannan itu juga cukup membuat ia letih. Kedatangannya ia bersama dengan Ibu mertua yang juga ikut menjadi juru masak. Penjemputan yang di lakukan bapak mertua dari bandara Cengkareng semenjak siang hari memang agak berlebihan. Mungkin , bapak mertua juga tidak mempunyai kegiatan yg penting hingga bersedia menunggu di bandara dari siang jam 11 untuk kedatangan jam 7 sore.
Selalu komunikiasi dengan bapak mertua membuat istriku tau jika rombongan penjemputan itu akan tiba di rumah sekitar jam 10 malam. Memang, selain menjemput Mbak Sur dan Ibu Mertua, adik istri juga datang dr kampung krn ia mendapat cuti dan ingin bertemu dengan ibunya. Jadi bapak mertua juga sekalian menunggu adik istri itu di bandara yang tiba tidak lama dari Mbak Sur dan Ibu mertua tiba.
Untuk melanjutkan hidup dengan bekerja jauh dari keluarga adalah tantangan tersendiri yang harus di jalani. Baik Mbak Sur yang bekerja untuk keluarganya serta Ibu Mertua yang juga bekerja memakan waktu tahunan disamping umurnya yang juga sudah merangkak senja membuktikan memang hidup ini harus terus berlanjut. Semoga , apa yg dilakukan dan di berikan menjadi suatu makna yang sangat berganti oleh orang yang menunggunya dan segenap keluarganya. Smoga.
4 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar