Ada temen SMS tadi pagi mengabarkan ia baru keluar dari penjara. Teman semasa kebebasan itu adalah hari paling ceria di kampus dulu. dengan itu ku jawab Sms tersebut; "Selamat, smoga menjadi awal yang bagus untuk memulai sesuatu. Tapi sifat diri; yang paling benar, mau menang sendiri dan dengat tidak memakai pikiran yang matang dan Panjang dalam mengambil keputusan", dengan Pendek di jawab " Ok Broo...nanti malam , telpon aku lah...." jawab Sms tersebut. Dengan rendah diri ku menjawan, "ngk usahlah, sekarang saya pengen bukti dari Engkau. Bisa tidak kembali ke istri yang telah melahikan 2 katurunan mu. Saya inginnya harus bisa!, Sangat tidak nyaman dahulu kau mengatakan kalo aku lobynya tidak berhasil.
Sampai sekarang belum di jawab smsnya, jika berbicara, semua tidak ada yang matang, entah mengapa, jika kembali bersua teman lama saat masa kebebasan merdeka di pundak kita, selalu saja ada masalah. Idealnya, ya tergantung kita. Tapi yang harus di ketahui, sadar atau tidak, yang kurasakan, hidup ini mulai termesinkan.
Termesinkan dalam arti, rutinitas pekerjaan. Kegiatan berangkat ke kantor menggunakan motor kesayangan merupakan rutinitas. Paling cepat, aku melalui berangkat itu 35 menit. Itu sudah paling cepat. Standarnya 50 Menit , hampir satu jam. Jadi jika pulang kantor sudah 2 jam di jalan perhari. Sangat di haturkan maaf jika salah menjawab sms. Tantangan kedepan makin hebat.
Dahulu, waktu tinggal di Tabing Padang, ada teman dua kali masuk keluar penjara. Ia sepertinya, penjara itu rumah keduanya. Aku Tidak tau bagaimana kabarnya sekarang, yang jelas adiknya teman baik ku. Hukuman masyarakat lebih sulit untuk di hindarkan. Namun aku percaya, selalu mempunyai mimpi mengapa kita ini hakikatnya guna hidup.
Semoga ini mejadi sedikit penjelasan.
19 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar